Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan (IAIH NW) Lombok Timur bersama aparat desa melaksanakan kegiatan pengukuran lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih sebagai langkah awal perencanaan pembangunan fasilitas ekonomi desa. Kegiatan ini berlangsung di lahan yang telah disiapkan dan disepakati bersama sebagai pusat pengembangan koperasi.
Pengukuran dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan mahasiswa KKN, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Terlihat mahasiswa dan aparat desa bekerja sama menentukan batas-batas lahan menggunakan alat sederhana dan tali ukur guna memastikan kejelasan luas dan tata letak bangunan yang akan didirikan. Proses ini menjadi tahapan penting agar pembangunan koperasi dapat berjalan tertib, terencana, dan sesuai dengan kebutuhan desa.
Kegiatan ini mencerminkan sinergi yang baik antara mahasiswa KKN IAIH NW Lotim dan pemerintah desa dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi wadah penguatan ekonomi kerakyatan, meningkatkan kesejahteraan warga, serta mendorong kemandirian ekonomi desa.
Melalui kegiatan pengukuran ini, mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai pendamping teknis, tetapi juga sebagai mitra desa dalam perencanaan pembangunan. Diharapkan, hasil dari kerja sama ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan desa.Pengukuran Lokasi Pembangunan Koperasi Merah Putih oleh KKN IAIH NW Lotim Bersama Aparat Desa
Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Institut Agama Islam Hamzanwadi Nahdlatul Wathan (IAIH NW) Lombok Timur bersama aparat desa melaksanakan kegiatan pengukuran lokasi pembangunan Koperasi Merah Putih sebagai langkah awal perencanaan pembangunan fasilitas ekonomi desa. Kegiatan ini berlangsung di lahan yang telah disiapkan dan disepakati bersama sebagai pusat pengembangan koperasi.
Pengukuran dilakukan secara gotong royong dengan melibatkan mahasiswa KKN, perangkat desa, serta masyarakat setempat. Terlihat mahasiswa dan aparat desa bekerja sama menentukan batas-batas lahan menggunakan alat sederhana dan tali ukur guna memastikan kejelasan luas dan tata letak bangunan yang akan didirikan. Proses ini menjadi tahapan penting agar pembangunan koperasi dapat berjalan tertib, terencana, dan sesuai dengan kebutuhan desa.
Kegiatan ini mencerminkan sinergi yang baik antara mahasiswa KKN IAIH NW Lotim dan pemerintah desa dalam mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat. Kehadiran Koperasi Merah Putih diharapkan mampu menjadi wadah penguatan ekonomi kerakyatan, meningkatkan kesejahteraan warga, serta mendorong kemandirian ekonomi desa.
Melalui kegiatan pengukuran ini, mahasiswa KKN tidak hanya berperan sebagai pendamping teknis, tetapi juga sebagai mitra desa dalam perencanaan pembangunan. Diharapkan, hasil dari kerja sama ini dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat serta menjadi wujud nyata kontribusi perguruan tinggi dalam pembangunan desa.